Home » Akademik » Kesiswaan » Ekstrakurikuler » Jimbe Matsanewa
Jimbe Matsanewa

Jimbe Matsanewa

Djembe atau jenbe/jyembe/jembe/jimbay/jimbe/sanbanyi merupakan warisan budaya yang berasal dari daerah Afrika. Asal usul djembe berasal dari kerajaan Mali sekitar abad 12. Dari semua alat musik pukul Afrika yang paling terkenal adalah djembe dan mengilhami pembuatan drum di seluruh dunia. Asal mula ejaan “jembe” berasan dari huruf “dj” yang merupakan simbol untuk mengingat bahwa bangsa Afrika dulu pernah dijajah oleh Perancis.

Kata djembe berasal dari kata “dyembe” yang merupakan kata dari suku Mali. Menurut bangsa Mali djembe berasal dari kata “Anke dje” yang artinya semua orang berkumpul bersama-sama. Karena orang perancis terbiasa dengan menggunakan huruf J, maka lebih sering menggunakan kata djembe. Konon huruf J ini sebagai symbol untuk mengingatsakitnyadijajahPerancis.

Djembe merupakan sebuah kayu yang berbentuk gelas dan ditutup oleh kulit yang diikat dengan tali untuk mengencangkannya. Pada jaman dahulu djembe digunakan sebagai alat komunikasi antara desa satu dengan desa yang lainnya. Mengingat pada masa itu jarak antara desa satu dengan yang lainnya sangat jauh. Pada perkembangannya jimbe digunakan untuk perlengkapan upacara-upacara tradisional masyarakat Afrika.

Perpijak dari pengalaman Pembina Djimbe dalam berkesenian yang lumayan cukup lama, mulai saat di SMKI, ISI, sampai di UGM. Maka, pembina mencoba membuat suatu kreativitas terkait dengan perkusi yang belum banyak dilakukan oleh anak-anak pada Usia sekolah. Pada tahun 2011 kebetulan ada kegiatan KEMNAS di jakarta, kebetulan MTs N Malang 1 ditugasi untuk mengisi acara dalam kegiatan tersebut. Maka kami sebagai tim Kreasi dari MTs N Malang 1, mengirimkan beberapa sajian yang diantaranya JIMBE Percusion, Solo Vocal dan Tari.

Setelah kegiatan tersebut, JIMBE selalu diminta untuk mengisi iven-iven baik di lingkungan Kemenag, ataupun kegiatan lainnya seperti Forum Guru Nasional 2012, AKSIOMA Nasional 2013, Kolaborasi Apresiasi Seni di UM dalam rangka memperingati hari Tari dunia, Pengisi acara di BNN kota Malang, dan kegiatan-kegiatan lainya. Sehingga, kegiatan ini menjadi favorit di MTsN Malang1. Untuk mempertahankan dan mengembangkan kegiatan tersebut, di bentuklah kegiatan ektrakurikuler JIMBE percusion, yang tujuannya tiada lain untuk mengakomodasi siswa-siswa yang punya talenta dalam menabuh perkusi dan mempertahankan regenerasi jimbe Matsanewa.

Ada kesepakatan umum bahwa asal mula djembe dikaitkan dengan kasta Mandinka dari pandai besi, yang dikenal sebagai Numu. Penyebaran luas dari drum djembe seluruh Afrika Barat mungkin karena migrasi Numu selama milenium pertama Masehi.

Meskipun asosiasi dari djembe dengan Numu itu, tidak ada pembatasan keturunan pada siapa yang dapat menjadi djembefola (harfiah, “satu yang memainkan djembe”). Hal ini berbeda dengan instrumen yang penggunaannya dicadangkan untuk anggota kastagriot, seperti balafon, kora, dan Ngoni (djembe bukanlahinstrumen griot). Siapapun yang bermain djembe. Adalah djembefola-istilah tidak berarti tingkat tertentu keterampilan.

Secara geografis, distribusi tradisional djembe dikaitkan dengan Kekaisaran Mali, yang tanggal kembali ke 1230 AD dantermasuk bagian dari modern negara Guinea, Mali, Burkina Faso,Pantai Gading, dan Senegal. Namun, karena kurangnya catatan tertulis di negara-negara Afrika Barat, tidak jelas apakah djembemendahului atau lewat bulan Kekaisaran Mali. Tampaknya mungkin bahwa sejarah djembe mencapai kembali untuk setidaknyabeberapa abad, dan mungkin lebih dari satu milenium.

Bentuk piala djembe menunjukkan bahwa awalnya mungkin telah dibuat dari mortir. (Mortir banyak digunakan di Afrika Barat untuk persiapan makanan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*