Kota Malang (MTsN 1) – Siswa MTsN 1 Kota Malang sukses meraih dua prestasi dalam ajang internasional. Dua prestasi tersebut adalah Diamond Award (juara umum kategori siswa) dan medali emas yang berhasil didapatkan dari ajang InIIC (International Invention dan Innovative Competition) Series 1 – Malaysia.

Siswa peraih prestasi tersebut adalah Aqila Razzan, Farsya Fahira, Salwa Dilara, dan Fairuz Daffa.

InIIC adalah ajang yang bertujuan mengundang profesional, mahasiswa, dan pelajar untuk menggunakan kreativitas mereka, bekerja secara individu atau dalam tim dengan industri, pemerintah, dan mitra masyarakat, untuk mengidentifikasi masalah terkait aksesibilitas. Kemudian menciptakan solusi inovatif, hemat biaya, dan praktis untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Ditemui pada Senin (14/6/2021), Pembina KIR MTsN 1 Kota Malang, Annestiana Handini, S.Pd. menyampaikan, karena masih dalam masa pandemi Covid-19, kegiatan InIIC tahun ini dilaksanakan secara daring.

“Kegiatan tahun ini masih dilaksanakan secara daring. Pertama kami melakukan pendaftaran dan kemudian mengumpulkan poster serta video presentasi. Ada dua judul penelitian yang kami kirimkan ke panitia InIIC,” tegasnya.

Proyek penelitian yang berhasil meraih Diamond Award adalah The New Design of Rectifier and Electric Booster to Support Micro Energy Harvesting Device.

(Desain Baru Rectifier dan Electric Booster untuk Mendukung Perangkat Pemanen Energi Mikro).

Sedang penelitian yang sukses mendapatkan medali emas berjudul Inpestor 1.0 (Innovative Pest Attractor) to Increase Productivity of Tobacco as Superior Commodity in Southeast Asia.

(Inpestor 1.0 [Inovatif Pest Attractor] untuk Meningkatkan Produktivitas Tembakau Sebagai Komoditi Unggul di Asia Tenggara).

Hal yang membanggakan bagi siswa Matsanewa adalah mereka berhasil menjadi yang terbaik dikategori siswa. Padahal pesaing mereka bukan hanya siswa SMP sederajat tapi juga siswa SMA, MA, dan SMK.

“Alhamdulillah, tentunya kami sangat bersyukur atas prestasi yang diraih anak-anak. Ini adalah tahun ketiga keikutsertaan kami di InIIC. Tahun pertama kami dapat (medali) perak, tahun kedua dapat (medali) emas dan diamond (award). Alhamdulillah di tahun ketiga kami bisa mempertahankan raihan (medali) emas dan diamond (award) tersebut,” jelas Annes.

Selanjutnya, guru alumnus Universitas Negeri Malang itu, berharap anak didiknya tetap rendah hati dan tetap semangat belajar serta menjadikan prestasi ini sebagai pemicu bagi mereka untuk berkarya lebih baik lagi. (Zul)