MALANG – Langkah nyata dan komitmen kuat dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak kembali ditunjukkan oleh jajaran pimpinan lembaga pendidikan di Kota Malang. Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Malang, Dra. Erni Qomaria Rida, M.Pd., secara langsung menghadiri kegiatan diskusi publik sekaligus menandatangani lembar komitmen bersama Rancangan Peraturan Wali Kota Malang tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (PP ATS) Tahun 2026–2030. Kegiatan strategis yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang ini berlangsung secara khidmat di The Alana Hotel Malang pada Rabu, 4 November 2026.
Sinergi Lintas Sektor dan Penandatanganan Komitmen
Forum ini dihadiri oleh sekitar 250 pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Komisi D DPRD Kota Malang, organisasi perangkat daerah (OPD), Kantor Kementerian Agama Kota Malang, jajaran camat, hingga para kepala sekolah dan madrasah se-Kota Malang.
Momen krusial dalam acara tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen komitmen bersama. Penandatanganan yang dilakukan oleh Dra. Erni Qomaria Rida, M.Pd. menjadi simbol legalitas dan kesiapan MTsN 1 Kota Malang untuk berperan aktif dalam pencegahan serta penanganan anak tidak sekolah di lingkungan Kota Malang.
Langkah Strategis Menuju Kota Malang Bebas Anak Putus Sekolah
Diskusi publik ini bertujuan menyelaraskan persepsi dan merumuskan regulasi yang aplikatif guna mengatasi berbagai faktor penyebab anak tidak sekolah. Melalui Peraturan Wali Kota yang sedang dirancang ini, pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder pendidikan berkomitmen menyediakan intervensi yang tepat, adaptif, dan berkelanjutan.
Dra. Erni Qomaria Rida, M.Pd. menyampaikan bahwa keikutsertaan madrasah dalam penandatanganan komitmen ini merupakan wujud kepedulian sosial institusi. MTsN 1 Kota Malang siap bersinergi dengan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta instansi terkait untuk memastikan setiap anak usia sekolah di Kota Malang mendapatkan akses pembelajaran yang layak dan merata.
Penandatanganan komitmen bersama ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Kota Malang yang inklusif, ramah anak, serta melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. (Humas Matsanewa)
