Murid MTsN 1 Kota Malang kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Faleen Almahyra Wicaksana, murid kelas 9A, berhasil mentasbihkan namanya sebagai salah satu dari 20 Penulis Terbaik dalam ajang Lomba Cerita Anak Nusantara (CERIA) 2026. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan secara daring hasil kerja sama antara penerbit Gramedia dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI yang berlangsung sejak 16 April hingga 16 Juni 2026.

Capaian manis ini disambut dengan rasa syukur mendalam sekaligus keharuan oleh Faleen. Di tengah persaingan ketat skala nasional, ia mengaku tidak menyangka naskah yang dikirimkannya mampu memikat hati para dewan juri. Rasa kaget dan bangga berbaur menjadi satu ketika pengumuman resmi dirilis, mengingat proses kreatif yang dilaluinya penuh dengan tantangan serta pembelajaran mandiri yang intensif.

“Saya mengusung konsep yang mengadaptasi eksplorasi ide dari tulisan terdahulu yang berjudul Ujung Pelangi. Berbeda dari gaya penulisan sebelumnya, saya memilih untuk fokus membangun atmosfer dan suasana cerita ketimbang hanya menyoroti latar belakang karakter. Alur cerita yang disajikan terinspirasi dari kegemaran saya membuat kerajinan paper star (bintang kertas),” ucap murid ekskul penulisan kreatif/Epik Matsanewa itu.

Dibalik kesuksesan yang diraihnya, Faleen mengungkapkan betapa besarnya peran dan dukungan dari lingkungan terdekat. Dorongan tak henti-henti dari orang tua menjadi fondasi utama yang meyakinkannya untuk selalu memberikan performa terbaik dalam setiap tahap perlombaan. Tidak hanya itu, dukungan moril serta doa yang mengalir dari kawan-kawan sebaya turut menjadi bahan bakar semangatnya selama proses penciptaan karya.

Proses pengasahan bakat menulis Faleen juga tidak lepas dari bimbingan intensif dari pihak sekolah. Di bawah arahan dan pembinaan langsung dari Yoga Prasetya, S.Pd., M.Pd., Gr. kemampuan eksplorasi narasi Faleen kian matang. Masukan, kritik membangun, serta evaluasi bernas yang diberikan sang pembina terbukti menjadi penguat utama yang memoles gaya penulisannya hingga makin berkembang pesat dari waktu ke waktu.

Perjalanan ini terasa kian berkesan mengingat Faleen sempat berada di titik skeptis terhadap kemampuan dirinya sendiri. Sebelum torehan prestasi ini, ia mengaku belum pernah menjuarai perlombaan menulis dan hanya menganggap aktivitas merangkai kata sebagai hobi pengisi waktu luang. Namun, konsistensinya untuk terus belajar dari setiap kegagalan membuktikan bahwa tidak ada kemampuan yang stagnan jika terus diasah dengan tekun.

Melalui pencapaian ini, Faleen membagikan pesan inspiratif bagi seluruh rekan sesama pelajar yang ingin memulai langkah di dunia literasi. Menurutnya, tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu dan proses menuju keberhasilan tidak pernah ada yang instan. Kegagalan bukanlah titik akhir, melainkan salah satu babak kehidupan yang menjadi tangga menuju kematangan dan kesuksesan di masa depan.

Pihak MTsN 1 Kota Malang memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh Faleen Almahyra Wicaksana dan sang pembina, Yoga Prasetya, S.Pd., M.Pd., Gr. Prestasi nasional ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat dan sumber inspirasi bagi seluruh murid MTsN 1 Kota Malang untuk terus berani berkarya, menembus batas, serta mengukir tinta emas di berbagai ajang kompetisi mendatang. (Humas Matsanewa)