MALANG, 31 Juli 2026 – Dalam rangka memperkuat pembentukan karakter sekaligus memberikan perlindungan menyeluruh terhadap kesejahteraan psikologis para murid, MTsN 1 Kota Malang menyelenggarakan kegiatan kokurikuler yang sangat bermakna bagi seluruh murid kelas 8.
Kegiatan yang berfokus pada kesehatan mental ini dikemas dalam bentuk Sosialisasi Deteksi Dini Masalah Kesehatan Jiwa dan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Acara tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme mulai pukul 07.00 WIB, bertempat di Aula Utama MTsN 1 Kota Malang.
Langkah preventif ini diambil sebagai respons aktif madrasah dalam mendampingi fase transisi remaja yang kerap diwarnai dengan berbagai dinamika emosional. Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan ilmiah, pihak madrasah menghadirkan narasumber ahli, yakni Himmaty Muyassarah, S.Psi., psikolog dari Puskesmas Arjuno Kota Malang. Kehadiran praktisi klinis ini memastikan informasi yang diterima para murid aplikatif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Dalam paparannya yang interaktif, Ibu Himmaty Muyassarah menyampaikan materi krusial yang menjadi peta panduan bagi murid dalam mengenali kondisi kesehatan jiwa. Materi diawali dengan pengantar kesehatan jiwa masyarakat untuk membuka cakrawala murid kelas 8 mengenai pentingnya keterbukaan emosional. Selanjutnya, murid diajak untuk mengenali secara mendalam tanda awal masalah kesehatan jiwa, baik yang terlihat dari perubahan perilaku, penurunan performa akademik, maupun kecenderungan isolasi diri.
Pemateri memberikan penekanan khusus pada metode Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di lingkungan sekitar, yang mengajarkan bagaimana menjadi pendengar yang berempati tanpa menghakimi teman sebaya.
Guna mempermudah pemahaman, sosialisasi ini juga membedah berbagai contoh kasus nyata yang sering terjadi di tengah masyarakat dan dunia remaja saat ini. Pada bagian akhir sesi, psikolog dari Puskesmas Arjuno tersebut memaparkan batas-batas penanganan mandiri dan kapan sebuah kondisi psikologis telah memasuki tahapan darurat sehingga perlu segera dirujuk ke tenaga profesional.
Melalui pemaparan yang runtut dan mendalam ini, murid kelas 8 tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoretis, melainkan juga keterampilan praktis untuk saling menjaga, meminimalkan potensi perundungan, serta membangun ekosistem madrasah yang sehat, religius, dan berintegritas. (Humas Matsanewa)
