
Malang, 8 September 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid MTsN 1 Kota Malang. Dua murid berhasil meraih prestasi dalam Lomba Menulis Artikel Keagamaan Antikorupsi, sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda madrasah mampu menyuarakan nilai-nilai integritas melalui karya dan gagasan.
Prestasi tersebut diraih oleh Alby Naufal Pradipta yang berhasil meraih Juara 1 dan Keefano Fharzana A.F. yang meraih Juara 3. Keduanya menerima penghargaan pada Selasa, 8 September 2026, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Malang.
Momen penyerahan penghargaan berlangsung istimewa. Penghargaan kepada para pemenang diserahkan oleh perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang . Kehadiran perwakilan KPK dalam momentum tersebut semakin memberikan makna bahwa pendidikan antikorupsi merupakan bagian penting dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas.
Bagi Alby dan Keefano, prestasi ini bukan sekadar keberhasilan dalam sebuah kompetisi menulis. Melalui tulisan, keduanya mampu menuangkan gagasan dan pandangan mengenai pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam membangun sikap antikorupsi. Kejujuran, amanah, tanggung jawab, disiplin, dan keberanian untuk melakukan hal yang benar merupakan nilai-nilai yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah.
Prestasi tersebut juga menjadi bukti bahwa pendidikan antikorupsi dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan kreatif. Tulisan menjadi ruang bagi murid untuk berpikir kritis, menyampaikan gagasan, sekaligus merefleksikan nilai-nilai moral dan keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan yang sama hadir juga Yuyus Robentien, S.Pd., selaku salah satu guru pendamping yang telah mendampingi Alby Naufal Pradipta dan Keefano Fharzana A.F. selama mengikuti lomba.
Peran guru pendamping menjadi bagian penting dalam keberhasilan murid. Pendampingan tidak hanya berkaitan dengan proses penyusunan artikel, tetapi juga mencakup pemberian motivasi, arahan, penguatan ide, serta dorongan kepada murud untuk berani menyampaikan gagasan yang memiliki nilai dan manfaat bagi masyarakat.
Keberhasilan Alby dan Keefano menjadi gambaran bahwa madrasah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan integritas. Prestasi yang lahir dari sebuah karya menjadi semakin bermakna ketika karya tersebut membawa pesan kebaikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat.
Semangat antikorupsi pada hakikatnya tidak harus dimulai dari hal-hal besar. Ia dapat tumbuh dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti berkata jujur, menghargai hak orang lain, bertanggung jawab atas amanah, disiplin, tidak melakukan kecurangan, serta berani menolak tindakan yang tidak benar.
Bagi MTsN 1 Kota Malang, pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi murid melalui berbagai kegiatan yang mengintegrasikan prestasi, kreativitas, dan penguatan karakter. Pendidikan yang baik bukan hanya menghasilkan murid yang mampu meraih juara, tetapi juga generasi yang mampu menjadi teladan dalam kehidupan. (Humas Matsanewa)
