MALANG – Gelaran bergengsi Jambore Nasional XII Tahun 2026 yang akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, pada 13–20 Agustus 2026, siap diramaikan oleh para pandu terbaik negeri. Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Malang pun tidak main-main dalam mempersiapkan diri. Di antara jajaran tokoh penting yang dilepas, terselip sebuah nama yang menjadi inspirasi, Ibu SUMIATI Sujono, M.Pd.
Ibu Sumiati, yang dikenal luas sebagai guru sekaligus Pembina Pramuka di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Malang. Beliau mendapat kehormatan istimewa dengan terpilih sebagai salah satu Anggota Tim Peninjau untuk mengawal Kontingen Kwarcab Kota Malang. Kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan tugas strategis untuk memastikan persiapan dan kualitas para peserta yang akan bertanding dan belajar di panggung nasional.

Kepercayaan ini lahir dari rekam jejak panjang beliau yang telah mengabdi secara konsisten sebagai Pembina Pramuka di MTsN 1 Kota Malang selama 33 tahun, terhitung sejak tahun 1993. Perjalanan panjang lebih dari tiga dekade tersebut membuktikan keteguhan dan dedikasi beliau dalam membina karakter ribuan generasi muda.
Kepala MTsN 1 Kota Malang memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian ini. “Ini adalah kebanggaan tidak terhingga bagi keluarga besar MTsN 1 Kota Malang. Ibu Sumiati adalah teladan bagi kami semua. Pengalaman, dedikasi, dan ilmu beliau di bidang kepramukaan kini mendapatkan pengakuan yang lebih luas, dan kami yakin beliau akan membawa nama baik madrasah dan Kota Malang dengan cemerlang,” ungkap Dra. Erni Qomaria Rida, M.Pd.

Perjalanan Ibu Sumiati ke Cibubur pada 14–17 Agustus 2026 bersama jajaran pejabat dan tokoh penting Kwarcab Kota Malang lainnya, bukan hanya untuk menjalankan tugas negara dan kwarda, tetapi juga untuk memberikan dukungan moril langsung kepada generasi penerus. Kebahagiaan beliau semakin lengkap karena di antara kontingen Kota Malang, terdapat murid-murid pilihan dari MTsN 1 Kota Malang yang akan mengukir prestasi di Jambore Nasional ini.
“Melihat anak-anak didik saya berada di barisan terdepan kontingen Kota Malang adalah sebuah kebanggaan yang tak terlukiskan. Saya di sini bukan hanya sebagai peninjau yang berfokus pada evaluasi, tetapi juga sebagai seorang pendidik yang ingin memastikan mereka semua mendapatkan pengalaman berharga, pengalaman yang akan membentuk karakter mereka sebagai pemimpin masa depan. Semangat mereka di Cibubur akan menjadi energi bagi saya untuk memberikan yang terbaik dalam tugas ini,” ujar Ibu Sumiati.

Ibu Sumiati bukan hanya seorang guru di kelas, melainkan seorang srikandi pramuka sejati yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mendidik dengan hati dan prinsip-prinsip Dasa Darma. Keberangkatannya ke Jambore Nasional XII adalah bukti nyata bahwa dedikasi dan cinta pada pramuka yang telah dipupuk sejak 1993 dapat membawa seorang pendidik ke tingkat pencapaian yang lebih tinggi, menginspirasi ribuan murid di Matsanewa. (Humas Matsanewa)