MALANG – MTsN 1 Kota Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kompetensi global peserta didik melalui penyelenggaraan babak Final MELT (Matsanewa English Language Tournament) 2026.
Kegiatan bergengsi ini dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026, dan diikuti oleh siswa-siswi terbaik tingkat sekolah dasar (SD) dari berbagai wilayah di Malang Raya.
Antusiasme peserta pada tahun ini sangat tinggi. Tercatat sebanyak 320 peserta mendaftarkan diri, yang terdiri atas 55 peserta cabang Storytelling dan 265 peserta cabang English Olympiad. Setelah melalui seleksi ketat, terpilihlah 28 finalis terbaik, dengan rincian 10 finalis Storytelling dan 18 finalis English Olympiad yang berlaga di babak final.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi peserta pada pukul 06.30 WIB, dilanjutkan dengan pembukaan pada pukul 07.00 WIB. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 1 Kota Malang, Dra. Erni Qomaria Rida, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta serta menekankan pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai bekal generasi muda di era global.
Babak final mempertandingkan dua cabang lomba utama:
- Storytelling: Dilaksanakan di Aula MTsN 1 Kota Malang.
- English Olympiad: Bertempat di ruang kelas 9G dan 9I.
Setelah melalui penilaian yang objektif, berikut adalah daftar pemenang Final MELT 2026:
Pemenang Cabang Storytelling
- Juara 1 : Nada Nadhifa Salsabila – SD Brawijaya Smart School
- Juara 2 : Devitri Sophia. Maryam – SD Insan Amanah Malang
- Juara 3 : Tsabitah Queensha Sabira Pribawanto – SDN 1 Ardirejo Kepanjen.
Pemenang Cabang English Olympiad
- Juara 1 : Arte Hadi Lesmana – SD Anak Saleh
- Juara 2: Fawwaz Naufal El Ali – SDN 1 Ardirejo Kepanjen
- Juara 3 : Dhanizzio Dhyatmika Wisesa – SD Unggulan Permata Jingga.
Sebagai bentuk apresiasi, Juara 1 dari masing-masing kategori mendapatkan Golden Ticket untuk masuk ke MTsN 1 Kota Malang. Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus mengukir prestasi.
Melalui MELT 2026, MTsN 1 Kota Malang berharap dapat menumbuhkan minat dan keberanian siswa sejak dini dalam berbahasa Inggris, sekaligus mempererat sinergi antara madrasah dan sekolah dasar dalam mencetak generasi yang berakhlak, berprestasi, dan berwawasan global. (Humas Matsanewa)
