MTsN 1 Kota Malang kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui peluncuran buku antikorupsi hasil karya 40 murid Matsanewa. Peluncuran buku inspiratif ini dilaksanakan di lapangan utama MTsN 1 Kota Malang pada Kamis (29/10/2026). Kegiatan akbar tersebut diselenggarakan bertepatan dengan perayaan puncak Bulan Bahasa sekaligus Pesta Demokrasi pemilihan pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM).
Acara peluncuran buku antikorupsi ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting tingkat kota. Tampak hadir Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma), Ketua Kelompok Kerja Pengawas, serta Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang. Kehadiran para pejabat tersebut memberikan apresiasi nyata terhadap kreativitas dan kepedulian sosial para peserta didik madrasah.
Salah satu momen yang paling menarik dan mencuri perhatian dalam peluncuran tersebut adalah persembahan tampilan teatrikal antikorupsi. Pertunjukan drama yang memukau ini diangkat langsung dari muatan dan pesan moral yang terkandung di dalam buku karya ke-40 murid tersebut. Aksi panggung yang dibawakan dengan apik oleh para murid berhasil menyampaikan pesan penguatan integritas secara emosional dan mendalam kepada seluruh hadirin.
Usai peluncuran, rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi bedah buku yang dipandu secara interaktif oleh dua guru Bahasa Indonesia, yakni Ibu Yuyus Robentien, S.Pd. dan Ibu Holy Fikriya, M.Pd. Suasana diskusi terasa hidup dengan antusiasme tinggi dari para siswa yang memadati lapangan. Secara subtansial, penyelenggaraan kegiatan ini juga selaras dengan program Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), khususnya pada Area 5 yang berfokus pada penguatan pengawasan.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Yoga Prasetya, M.Pd. dalam wawancaranya menyampaikan harapan besar agar peluncuran buku ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka. Beliau berharap karya tersebut menjadi pijakan awal bagi civitas Matsanewa untuk terus menebar inspirasi luas demi kemajuan bangsa Indonesia.
“Peluncuran buku antikorupsi ini merupakan wujud nyata pembentukan karakter sejak dini. Melalui karya tulis dan ekspresi teatrikal, anak-anak kita tidak hanya belajar teori, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran dan integritas dalam diri mereka,” ungkapnya. (Humas Matsanewa)
