MTsN 1 Kota Malang kembali mengukir prestasi membanggakan pada hari Selasa, 1 September 2026. Berdasarkan pengumuman resmi Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, para murid dari madrasah ini berhasil menyabet gelar Juara 1 dan Juara 3, sekaligus menempatkan seluruh wakilnya masuk dalam jajaran 10 besar terbaik pada ajang Lomba Menulis Artikel Keagamaan Antikorupsi. Capaian ini menjadi bukti nyata tingginya budaya literasi serta pemahaman nilai-nilai integritas yang terus ditumbuhkan di lingkungan madrasah.

Pencapaian luar biasa tersebut berawal dari program literasi di lingkungan madrasah. Seluruh murid dari kelas 7 hingga kelas 9 ditantang untuk menyusun artikel ilmiah populer secara mandiri dengan mengusung nilai-nilai keagamaan dan pencegahan korupsi. Langkah awal ini dirancang tidak hanya untuk menjaring bakat-bakat kepenulisan, tetapi juga sebagai sarana edukasi guna membangun cara berpikir kritis serta karakter jujur pada diri para siswa sejak dini.

Setelah seluruh karya terkumpul, naskah-naskah tersebut harus melewati tahapan seleksi internal yang berlangsung ketat. Proses kurasi dan penilaian dikawal secara langsung oleh tim guru Bahasa Indonesia MTsN 1 Kota Malang, yaitu Yuyus Robentien, S.Pd., Yoga Prasetya, M.Pd., dan Holy Fikriya, M.Pd. Ketiga pendidik tersebut memeriksa setiap detail karya, mulai dari kedalaman gagasan, kebahasaan, orisinalitas, hingga ketajaman pesan antikorupsi yang diusung.

Dari puluhan naskah murid yang disetorkan, tim juri internal akhirnya menyaring dan menetapkan lima naskah terbaik untuk mewakili madrasah. Kelima karya unggulan tersebut kemudian dikirimkan secara resmi kepada pihak Kementerian Agama Kota Malang untuk bersaing dengan naskah-naskah dari berbagai madrasah lain di tingkat kota.

Kerja keras dan pendampingan intensif tersebut berbuah hasil manis. Kelima karya pendelegasian MTsN 1 Kota Malang secara luar biasa berhasil memborong tempat dalam daftar 10 penulis terbaik yang siap diterbitkan dalam buku antologi artikel antikorupsi. Dua di antaranya sukses bertengger di podium juara, yaitu Alby Naufal Pradipta yang meraih Juara 1 melalui artikelnya berjudul “Kas Kelas: Tempat Belajar Korupsi Pertama”, serta Keefano Fharzana A. F. yang mengamankan Juara 3 lewat karya bertajuk “AI dan Gunung: Belajar Berproses Menuju Puncak”.

Tidak kalah membanggakan, tiga siswa lainnya, yaitu Salsabila Qurrota, Orlin Azyan, dan Muhammad Zastyan, juga sukses menembus jajaran 10 penulis terbaik. Dengan keberhasilan ini, seluruh karya delegasi MTsN 1 Kota Malang dipastikan akan terbit dan diabadikan dalam buku antologi antikorupsi resmi terbitan Kementerian Agama Kota Malang.

Keberhasilan yang diraih oleh para siswa ini disambut hangat dan penuh rasa syukur oleh jajaran pimpinan serta seluruh civitas akademika MTsN 1 Kota Malang. Pihak madrasah berharap raihan prestasi ini dapat menjadi lecutan motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berani berkarya, menyuarakan nilai-nilai kebaikan, serta mempertahankan tradisi juara MTsN 1 Kota Malang di bidang literasi.
(Humas Matsanewa)