Malang- MTsN 1 Kota Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedukasi masyarakat madrasah mengenai isu kesehatan. Delegasi MTsN 1 Kota Malang yang terdiri dari Pembina UKS, Rima Yanti, S.Pd., Ketua Kader Kesehatan Remaja (KKR) Matsanewa, serta Chaira Quinalika Adisty dari program Kelas Seni, berpartisipasi aktif dalam kegiatan Workshop Epilepsy Smart School 2026 yang digelar di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya pada Sabtu (22/8/2026).

Mengusung tema “Turning Stories Into Action: Understanding Epilepsy, Break The Stigma, Build Awareness”, kegiatan ini bertujuan membekali guru dan murid agar mampu menjadi kepanjangan tangan masyarakat dalam memahami epilepsi secara benar, sekaligus meruntuhkan stigma negatif yang beredar.

Rangkaian acara diawali dengan penyuluhan dan diskusi interaktif mengenai penanganan pertolongan pertama pada kejang serta pemaparan mitos, fakta, dan realita seputar epilepsi. Selepas sesi materi, para peserta diajak menuangkan pemahamannya melalui lomba poster edukasi anti-stigma.

Puncak kebanggaan diraih MTsN 1 Kota Malang ketika Chaira Quinalika Adisty berhasil menyabet Juara 1 Lomba Poster Digital untuk kategori SMP. Melalui visual yang kreatif dan pesan edukatif yang kuat, poster karya Chaira dinilai berhasil menyampaikan pesan kesadaran epilepsi secara persuasif.

Keikutsertaan dan raihan prestasi ini menjadi langkah nyata MTsN 1 Kota Malang dalam mewujudkan lingkungan madrasah yang inklusif, tanggap kesehatan, dan bebas dari stigma. (Humas Matsanewa)