MALANG – Semangat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel kembali bergema di MTsN 1 Kota Malang. Bertempat di Aula Madrasah, seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berkumpul bersama untuk mengikuti pengumuman Hasil Evaluasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan Kementerian Agama Tahun 2026 secara daring melalui virtual meeting pada Rabu, 17 Juni 2026.

Suasana aula yang penuh khidmat berubah menjadi penuh rasa syukur dan haru saat hasil evaluasi resmi dibacakan. Dari total 33 satuan kerja (satker) di bawah naungan Kementerian Agama yang dinyatakan memenuhi syarat dan lolos sebagai kandidat Tim Penilai Nasional (TPN) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), ada dua Madrasah Tsanawiyah di Indonesia yang berhasil menembus seleksi ketat tersebut, dan MTsN 1 Kota Malang menjadi salah satu madrasah terbaik yang terpilih.

Keberhasilan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 90 Tahun 2021 tentang Pembangunan dan Evaluasi Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Instansi Pemerintah. Berdasarkan surat Inspektur Jenderal Nomor: R-513/IJ/PS.00/06/2026 yang diterbitkan pada 4 Juni 2026 terkait Laporan Hasil Evaluasi Pembangunan ZI, Tim Penilai Internal (TPI) Kementerian Agama telah melakukan penilaian berlapis terhadap satker calon pilot project. MTsN 1 Kota Malang dinilai berhasil menunjukkan komitmen nyata dalam memangkas birokrasi dan menutup celah gratifikasi serta korupsi.

Lolosnya MTsN 1 Kota Malang ke tahap nasional ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan gerbang awal menuju tantangan yang lebih besar. Perjalanan ke depan akan dikawal ketat oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, mulai dari masa sebelum hingga sesudah penilaian nasional bergulir. Seluruh civitas akademika madrasah akan menjalani serangkaian persiapan matang, meliputi simulasi wawancara bersama Tim Penilai Nasional (TPN), pendampingan intensif saat wawancara aktual, pendampingan penuh ketika penilaian lapangan, hingga pengawasan berkala terhadap tindak lanjut hasil evaluasi.

Prestasi membanggakan ini menjadi bukti nyata bahwa visi MTsN 1 Kota Malang bukan sekadar mencetak generasi berprestasi, tetapi juga membangun fondasi lembaga pendidikan yang berintegritas tinggi, bersih, dan melayani sepenuh hati demi kemajuan bangsa. (Humas Matsanewa)

Satu dari Dua MTs di Indonesia, MTsN 1 Kota Malang Siap Melaju ke Penilaian Nasional Zona Integritas

MALANG – Semangat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel kembali bergema di MTsN 1 Kota Malang. Bertempat di Aula Madrasah, seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berkumpul bersama untuk mengikuti pengumuman Hasil Evaluasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan Kementerian Agama Tahun 2026 secara daring melalui virtual meeting pada Rabu, 17 Juni 2026.

Suasana aula yang penuh khidmat berubah menjadi penuh rasa syukur dan haru saat hasil evaluasi resmi dibacakan. Dari total 33 satuan kerja (satker) di bawah naungan Kementerian Agama yang dinyatakan memenuhi syarat dan lolos sebagai kandidat Tim Penilai Nasional (TPN) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), ada dua Madrasah Tsanawiyah di Indonesia yang berhasil menembus seleksi ketat tersebut, dan MTsN 1 Kota Malang menjadi salah satu madrasah terbaik yang terpilih.

Keberhasilan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 90 Tahun 2021 tentang Pembangunan dan Evaluasi Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Instansi Pemerintah. Berdasarkan surat Inspektur Jenderal Nomor: R-513/IJ/PS.00/06/2026 yang diterbitkan pada 4 Juni 2026 terkait Laporan Hasil Evaluasi Pembangunan ZI, Tim Penilai Internal (TPI) Kementerian Agama telah melakukan penilaian berlapis terhadap satker calon pilot project. MTsN 1 Kota Malang dinilai berhasil menunjukkan komitmen nyata dalam memangkas birokrasi dan menutup celah gratifikasi serta korupsi.

Lolosnya MTsN 1 Kota Malang ke tahap nasional ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan gerbang awal menuju tantangan yang lebih besar. Perjalanan ke depan akan dikawal ketat oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, mulai dari masa sebelum hingga sesudah penilaian nasional bergulir. Seluruh civitas akademika madrasah akan menjalani serangkaian persiapan matang, meliputi simulasi wawancara bersama Tim Penilai Nasional (TPN), pendampingan intensif saat wawancara aktual, pendampingan penuh ketika penilaian lapangan, hingga pengawasan berkala terhadap tindak lanjut hasil evaluasi.

Prestasi membanggakan ini menjadi bukti nyata bahwa visi MTsN 1 Kota Malang bukan sekadar mencetak generasi berprestasi, tetapi juga membangun fondasi lembaga pendidikan yang berintegritas tinggi, bersih, dan melayani sepenuh hati demi kemajuan bangsa. (Humas Matsanewa)