Muntilan– Menyongsong Tahun Pelajaran 2026/2027, MTsN 1 Kota Malang terus bergerak dinamis melakukan terobosan mutakhir demi meningkatkan mutu pendidikan, salah satunya melalui akselerasi persiapan pembukaan kelas koding dan robotik. Komitmen besar ini diwujudkan secara nyata melalui tholabul ‘ilmi ke SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring, Muntilan, Jawa Tengah, pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kehadiran rombongan dari Kota Malang yang terdiri Kepala Madrasah dan pihak manajemen serta ketua program ini disambut hangat oleh pihak tuan rumah dalam sebuah pertemuan yang sarat akan pertukaran ilmu dan inspirasi bermakna.
Dalam sesi penyampaian maksud dan tujuan, Kepala MTsN 1 Kota Malang, Dra. Erni Qomaria Rida, M.Pd., menegaskan bahwa kedatangan mereka didasari oleh keinginan kuat untuk menimba ilmu secara langsung mengenai pengelolaan program unggulan di SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring. Sekolah ini dikenal luas sukses mengembangkan Talent Class, sebuah program mutakhir yang memfasilitasi pengembangan minat dan bakat siswa secara spesifik di bawah bimbingan langsung para praktisi berpengalaman dan tersertifikasi.
Dra. Erni Qomaria Rida, M.Pd. menyampaikan bahwa pengalaman empiris dari SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring, khususnya dalam mengelola kelas robotik dan teknologi, akan menjadi referensi berharga mengingat MTsN 1 Kota Malang siap meluncurkan program kelas koding dan robotik pada tahun pelajaran baru mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring, Efi Nurul Utami, S.Pd., memaparkan perjalanan dan prinsip dasar pengelolaan lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Berdiri sejak 24 Januari 2007 di Muntilan, sekolah dengan sistem full day school tersebut memiliki visi yang tegas dalam memadukan keunggulan akademik dan nonakademik. Efi Nurul Utami, S.Pd. menekankan sebuah prinsip pembeda yang menjadi kunci keberhasilan sekolah, yaitu keberanian untuk tampil unik dan inovatif. Menurutnya, ketika sebuah sekolah tidak menampilkan perbedaan yang progresif dari sekolah lain, maka lembaga tersebut tidak akan dilirik oleh masyarakat.
Kebudayaan yang dibangun di SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring bertumpu pada budaya mutu, pencapaian target yang jelas, dan pola pikir yang keluar dari pakem umum (out of the box). Penguatan karakter murid juga didukung oleh regulasi ketat dan program smart parenting yang harus diikuti oleh kedua orang tua wali murid disertai penyampaian kontrak belajar.
Keunggulan sistemik ini terlihat jelas pada pemaparan Koordinator Kelas Talenta. Dalam program Talent Class, murid diwajibkan berkomitmen penuh dan tidak diperbolehkan berpindah fokus selama dua tahun. Bidang yang disediakan dibagi menjadi empat klaster utama, yaitu Humaniora, Olimpiade, Riset, serta Olahraga.
Proses penentuan kelas talenta ini berjalan secara profesional, diawali dengan sosialisasi pada saat pertemuan parenting, dilanjutkan dengan tes modalitas oleh bimbingan konseling (BK), hingga seleksi ketat berdasarkan tiga pilihan prioritas yang diajukan murid. Program berlangsung setiap hari Sabtu pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.
Di sisi lain, Koordinator Ekstrakurikuler SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring menambahkan bahwa sekolah memfasilitasi 22 jenis ekstrakurikuler yang mencakup bidang akademik, olahraga, seni, keterampilan, hingga riset. Pembukaan sebuah ekstrakurikuler baru didasarkan pada tes modalitas BK serta pemenuhan kuota. Melalui proses seleksi kuota yang ketat, terutama di bidang olahraga, murid diberikan masa percobaan selama dua pekan untuk beradaptasi dengan jadwal. Sistem ini mewajibkan setiap murid mengikuti satu ekstrakurikuler wajib, yaitu pencak silat Tapak Suci khusus untuk kelas 7, serta satu ekstrakurikuler pilihan yang sesuai dengan potensi masing-masing.
Kunjungan berharga juga semakin bermakna dengan adanya sesi tanya jawab. Acara ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk saling menginspirasi, membawa pulang bekal manajerial yang matang bagi MTsN 1 Kota Malang demi menyongsong era baru kelas koding dan robotik. (Humas Matsanewa)
