MALANG – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Masjid Al Fajr MTsN 1 Kota Malang pada Jumat, 22 Mei 2026. Lembaga pendidikan madrasah ini secara resmi melaksanakan acara penjemputan sekaligus pelepasan bagi 18 mahasiswa program Asistensi Mengajar (AM) dari Universitas Negeri Malang (UM) yang telah menyelesaikan masa pengabdian mereka.
Acara seremonial ini dihadiri langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Universitas Negeri Malang, Moh. Fery Fauzi, S.Pd., M.Pd.I., serta disambut hangat oleh Wakil Kepala Bidang Akademik MTsN 1 Kota Malang, Dr. Luluk Hariroh, S.Pd., M.Si., yang mewakili pihak madrasah.
Kehadiran para mahasiswa ini terbagi ke dalam empat program studi yang terintegrasi secara kolaboratif selama masa asistensi, dengan rincian 4 mahasiswa dari S1 Bimbingan dan Konseling (Fakultas Ilmu Pendidikan), serta tiga program studi dari Fakultas Sastra yang meliputi 9 mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Arab, 2 mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris, dan 3 mahasiswa S1 Pendidikan Seni Rupa.
Salah satu agenda utama dalam momen perpisahan ini adalah diseminasi hasil program yang dipaparkan langsung oleh para mahasiswa. Dalam pemaparannya, mereka menyampaikan berbagai program kerja, inovasi pembelajaran, serta evaluasi pengalaman yang didapatkan selama bertugas di MTsN 1 Kota Malang.
Pelaksanaan kegiatan Asistensi Mengajar ini diakui memberikan begitu banyak pengalaman empiris, pembelajaran berharga, dan refleksi mendalam bagi para mahasiswa, baik dalam ranah akademik maupun pengembangan karakter personal. Melalui interaksi langsung di ruang kelas dan lingkungan madrasah, para calon pendidik ini belajar memahami bahwa esensi menjadi seorang guru tidak sebatas menyampaikan materi tekstual di depan kelas, melainkan juga tentang bagaimana membimbing, memberikan teladan nyata, serta adaptif terhadap keberagaman karakter peserta didik sekaligus pemanfaatan teknologi pendidikan modern.
Pengalaman nyata di lapangan ini dipandang sebagai bekal krusial bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi pedagogik, memperkuat rasa tanggung jawab, melatih kedisiplinan, serta mematangkan kesiapan mental dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan di masa depan. Sebuah refleksi bermakna yang menjadi pemutus jarak antara teori di bangku perkuliahan dengan realitas di dunia kerja.
Acara ditutup dengan pesan mendalam yang menegaskan bahwa guru yang baik bukan sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan mereka yang mendidik dengan ketulusan hati dan senantiasa mampu memberikan inspirasi nyata melalui setiap tindakan. Sinergi antara Universitas Negeri Malang dan MTsN 1 Kota Malang ini diharapkan terus berlanjut demi mencetak generasi pendidik masa depan yang berkarakter unggul dan profesional. (Humas Matsanewa)
