Ada yang berbeda di kelas Bahasa Indonesia yang diampu oleh Yoga Prasetya, S.Pd., M.Pd., pada Senin, 8 September 2025. Suasana yang biasanya dipenuhi diskusi materi linguistik dan sastra, kali ini terasa lebih inspiratif. Bukan karena pelajaran baru, melainkan karena kehadiran seorang tamu istimewa yang merupakan alumni MTsN 1 Kota Malang dan sengaja didatangkan oleh sang guru.
Tamu tersebut adalah Izzuddin Zhafir Satyananda, seorang mahasiswa asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Mahasiswa Jurusan Sejarah dan Kebudayaan yang akrab disapa Satya itu, berbagi pengalaman dan pandangannya di hadapan para siswa.
Dalam sesi motivasinya, Satya menekankan dua hal penting. Pertama, tentang pentingnya pembelajaran Bahasa Indonesia. Di tengah gempuran bahasa asing dan tren global, Satya menjelaskan bahwa menguasai Bahasa Indonesia dengan baik adalah fondasi utama. Bahasa Indonesia tidak hanya alat komunikasi, tetapi juga identitas bangsa yang harus dijaga. Ia memberikan contoh, bagaimana kemampuannya berbahasa Indonesia yang baik justru membuatnya lebih mudah berinteraksi dan beradaptasi di lingkungan internasional. “Kalian harus bangga dan mahir berbahasa Indonesia. Bahasa ini adalah modal kalian untuk berbicara di kancah dunia,” ujar Satya.
Poin kedua yang disampaikan Satya adalah sikap berani bercita-cita tinggi. Dengan latar belakangnya sebagai mahasiswa di salah satu universitas tertua di dunia, ia menceritakan betapa mimpi besar dan kerja keras membawanya sampai ke Kairo. Ia mendorong para siswa untuk tidak takut bermimpi, sekalipun cita-cita itu terasa sangat jauh. “Jangan pernah batasi mimpi kalian. Luruskan niat, dan jangan ragu untuk melangkah. Setiap usaha yang kalian tanam hari ini adalah bekal untuk meraih mimpi-mimpi besar di masa depan,” pungkasnya.
Kehadiran Satya di kelas ini memberikan angin segar. Para siswa tampak antusias dan mengajukan berbagai pertanyaan. Mereka tidak hanya mendapatkan motivasi, tetapi juga bukti nyata bahwa mimpi bisa digapai dari mana saja, bahkan dari balik meja kelas Bahasa Indonesia. (Humas)
