Dalam rangka memperingati Hari Puisi Nasional yang jatuh pada Selasa (28/4/2026), MTsN 1 Kota Malang menggelar sebuah acara monumental di Gramedia Kayutangan. Kegiatan tersebut berupa peluncuran (launching) empat buku antologi puisi hasil karya kolaborasi antara guru dan siswa. Momen ini menjadi bukti nyata dedikasi madrasah dalam mengembangkan minat dan bakat literasi di kalangan peserta didik secara berkelanjutan.
Hadir sebagai pemateri sekaligus penggerak utama kegiatan ini, Yoga Prasetya, S.Pd., M.Pd., Gr., yang juga merupakan Sosialisator Program Literasi Nasional. Acara ini diikuti dengan antusias oleh para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler penulisan kreatif serta perwakilan siswa dari kelas 8. Semangat literasi tampak menyelimuti atmosfer Gramedia Kayutangan sepanjang prosesi peluncuran berlangsung.

Yoga Prasetya menjelaskan bahwa terdapat empat judul buku antologi puisi yang diluncurkan secara bersamaan, melibatkan total 115 penulis dari lingkungan madrasah. Buku pertama bertajuk Etherea, merupakan karya kolektif Yoga Prasetya bersama 14 siswa pilihan dari ekskul penulisan kreatif. Selain itu, diluncurkan pula buku kedua berjudul Bentangan Asa Samudra yang merupakan buah pikiran Yoga Prasetya bersama 32 siswa dari kelas 8K.
Karya literasi lainnya yang turut diperkenalkan adalah buku ketiga berjudul Rhapsody Suka Cita, hasil kolaborasi guru dengan 32 siswa kelas 8L. Sebagai pelengkap rangkaian karya tersebut, buku keempat yang berjudul Jejak Bintang di Tengah Malam juga resmi dirilis, melibatkan 32 siswa dari kelas 8M. Keempat buku ini merepresentasikan keragaman rasa dan imajinasi yang dituangkan dalam bait-bait puitis oleh para generasi muda MTsN 1 Kota Malang.
Dalam orasi literasinya, Yoga Prasetya menyampaikan betapa pentingnya peran puisi dalam kehidupan manusia. Menurutnya, puisi bukan sekadar rangkaian kata, melainkan media untuk mengasah kepekaan rasa dan empati di tengah kemajuan zaman. Melalui kegiatan peluncuran buku ini, diharapkan para siswa semakin termotivasi untuk terus berkarya dan menjadikan literasi sebagai bagian tak terpisahkan dari karakter mereka.
Selain sebagai ajang unjuk karya, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengenang sosok Chairil Anwar sebagai Bapak Puisi Indonesia. Semangat perjuangan sastra beliau diharapkan mampu menginspirasi sivitas akademika MTsN 1 Kota Malang untuk terus berinovasi dalam dunia sastra nasional. Penutupan acara ditandai dengan seremoni penyerahan buku secara simbolis sebagai kado indah bagi dunia pendidikan tepat di Hari Puisi Nasional 2026. (Humas Matsanewa)
