MTsN 1 Kota Malang sukses menyelenggarakan Gebyar Seni “Artspecta: Rise of Creative Souls” sebagai puncak pelaksanaan Program Kelas Seni Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi kreatif sekaligus ajang evaluasi autentik atas proses pembelajaran seni yang telah ditempuh peserta didik selama satu semester.

Program Kelas Seni diselenggarakan berlandaskan Kurikulum Merdeka dan diperkuat oleh Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025, yang mendorong pengembangan potensi peserta didik secara holistik, baik dari aspek keterampilan, kreativitas, karakter, maupun kepekaan sosial. Dalam implementasinya, MTsN 1 Kota Malang mengadopsi filosofi Kurikulum Berbasis Cinta, yang menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan apresiasi sebagai landasan pembinaan karakter dan ekspresi seni peserta didik.

Selama satu semester, Kelas Seni yang meliputi Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari, dan Seni Teater membina peserta didik secara intensif untuk mengembangkan keterampilan teknis, daya cipta, serta kemampuan kolaborasi. Program ini diikuti oleh 61 peserta didik, terdiri atas 32 peserta didik Kelas 7I dan 29 peserta didik Kelas 8I, dengan pendampingan guru pembina yang sekaligus bertindak sebagai dewan penguji.

Gebyar Seni ini secara resmi dibuka oleh Abdul Mughni, S.Ag., M.Pd., selaku Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Malang. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut serta mengungkapkan rasa bangga atas dukungan dan peran aktif wali murid Program Kelas Seni yang turut menyukseskan acara.

Sebanyak 30 penampilan ditampilkan dalam Gebyar Seni ini, mencerminkan keberagaman bakat dan kekayaan ekspresi peserta didik. Ragam pertunjukan tersebut meliputi Tari Sasmita Nusa, Home Band Kelas Seni, pantomim, solo piano, vokal grup, solo vokal, solo biola, drum solo, hingga gitar solo. Setiap penampilan menunjukkan kematangan teknik, penghayatan, serta keberanian berekspresi yang tumbuh melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan.

Acara ditutup dengan drama musikal bertema “Stop Bullying” yang sarat pesan moral, dilanjutkan dengan penampilan Home Band Kelas Seni sebagai penutup yang memukau. Penampilan penutup ini menjadi simbol keberhasilan pembinaan karakter melalui seni, sekaligus penegasan bahwa seni dapat menjadi media edukatif untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial. (Humas Matsanewa)