MALANG – Senin (2/2/2026), suasana di lingkungan MTsN 1 Kota Malang tampak berbeda dari biasanya. Ribuan murid dari jenjang kelas 7, 8, hingga 9 berkonsentrasi penuh di depan layar gawai mereka. Bukan untuk berselancar di media sosial, melainkan tengah berjuang menaklukkan soal-soal dalam Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi madrasah untuk memotret sejauh mana kesiapan kompetensi akademik para murid di tengah dinamika kurikulum yang kian berkembang.

Inovasi Digital melalui CBT Matsanewa

Langkah modernisasi pendidikan sangat terasa dalam pelaksanaan simulasi ini. Seluruh peserta diwajibkan menggunakan perangkat pribadi, baik ponsel pintar maupun tablet berbasis Android, yang telah terpasang aplikasi CBT Matsanewa.

Penggunaan platform internal ini membuktikan bahwa MTsN 1 Kota Malang konsisten dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam sistem evaluasi pembelajaran. Dengan durasi 60 menit (07.10–08.10 WIB), para siswa ditantang menyelesaikan 40 butir soal yang terdiri atas:

  1. Matematika: 20 soal (menguji nalar logika dan hitungan).
  2. Bahasa Indonesia: 20 soal (menguji literasi dan pemahaman teks).

Pendampingan Maksimal oleh Fasilitator

Ketertiban ujian tetap menjadi prioritas utama. Proses simulasi ini dikawal langsung oleh para Fasilitator Kokurikuler yang bertindak sebagai pengawas. Kehadiran mereka memastikan integritas dan kejujuran murid tetap terjaga, sekaligus memberikan bantuan teknis jika terdapat kendala pada perangkat.

Lebih dari Sekadar Angka

Nilai yang diperoleh dari simulasi ini bukanlah akhir, melainkan alat ukur. Pihak madrasah menekankan bahwa data hasil ujian akan digunakan sebagai parameter kesiapan TKA bagi seluruh murid. Dengan mengetahui peta kemampuan sejak dini, guru dapat memberikan intervensi pembelajaran yang lebih tepat sasaran bagi murid yang membutuhkan penguatan.

Melalui simulasi ini, MTsN 1 Kota Malang kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap kemajuan teknologi digital. (Humas Matsanewa)