MALANG — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh murid MTsN 1 Kota Malang dalam kancah kompetisi tingkat regional hingga nasional. Didampingi oleh Bagas Widyantoro, S.Kom, murid Kelas 7H (Kelas Robotik & Koding) MTsN 1 Kota Malang sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Golden Medal dalam ajang ISYOUTH 2026 (An Inspiring Summit For Youth to Change the World) yang diselenggarakan di Aloft Hotel, Surabaya, pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Kegiatan bergengsi bertema “Empowering Children and Youth to Build Mental Health Resilience” ini diinisiasi untuk memberdayakan anak dan remaja dalam membangun ketahanan serta kepedulian terhadap isu kesehatan mental melalui berbagai platform positif, salah satunya melalui kompetisi pemrograman.

Rangkaian Kegiatan: Edukasi Kesehatan Mental dan Kompetisi Coding

Sebelum kompetisi Coding Scratch dimulai, para peserta mengikuti sesi talkshow edukatif bertajuk “Penanganan Pertama Psikologis pada Anak dan Remaja / Building Safer and More Supportive Schools for Children and Young People“. Talkshow ini menghadirkan tokoh-tokoh penting sebagai narasumber, di antaranya:

  • Dr. Imran Pambudi, M.Ph.M. (Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan RI)
  • drg. Vitria Dewi, M.Si. (Direktur Rumah Sakit Jiwa Menur Provinsi Jawa Timur)
  • Hj. Arumi Bachsin, S.E. (Ketua Tim Penggerak PKK [Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Jawa Timur])
  • Tubagus Arie Rukmantara (Kepala Kantor UNICEF Perwakilan Jatim)

Usai mendalami wawasan mendalam mengenai kesehatan mental, para murid langsung berfokus menghadapi tantangan utama, yakni Coding Competition SMP – Scratch. Dalam perlombaan ini, para peserta diuji kemampuannya menyelesaikan soal logika pemrograman visual Scratch dengan batasan waktu yang telah ditentukan secara cermat dan sistematis.

Ketekunan belajar di kelas, serta pendampingan dari Bagas Widyantoro, S.Kom, delegasi kelas robotik dan koding MTsN 1 Kota Malang berhasil memukau dewan juri. Dua murid kelas 7H sukses memboyong penghargaan tertinggi berupa Golden Medal, yaitu:

  • Muhammad Daffazka Permana Putra
  • Raffan Raskha Alfarizqy. E.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi bukti keunggulan kompetensi digital para murid di bidang sains dan teknologi, tetapi juga menunjukkan bahwa murid madrasah mampu berpikir kritis, solutif, serta peduli terhadap isu-isu sosial kemanusiaan seperti kesehatan mental.

Kepala madrasah beserta seluruh civitas akademika MTsN 1 Kota Malang menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas prestasi gemilang ini. Diharapkan, raihan Golden Medal ini mampu memantik motivasi bagi seluruh murid untuk terus menorehkan prestasi di berbagai ajang kompetisi berikutnya serta membawa nama baik madrasah di kancah nasional maupun internasional. (Humas Matsanewa)