Malang, 22 Januari 2026 – Semangat kompetisi literasi bahasa Inggris mulai menyelimuti atmosfer pendidikan tingkat dasar di seluruh Indonesia. Tepat pada Kamis (22/1), pukul 10.00 WIB, organisasi Language Development Center (LDC) MTsN 1 Kota Malang sukses menyelenggarakan Technical Meeting (TM) secara daring sebagai tanda dimulainya rangkaian ajang bergengsi Matsanewa English Language Tournament (MELT) 2026.

Pesan Mendalam di Balik Tema “Hear the Cries Beneath the Ice”
Tahun ini, MELT hadir dengan tema yang sangat menggugah kesadaran: “Hear the Cries Beneath the Ice”. Tema ini mengajak para peserta untuk tidak hanya mahir dalam berbahasa Inggris secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan rasa terhadap global warming.

Melalui tema ini, para siswa SD/MI kelas 4, 5, dan 6 ditantang untuk menyuarakan empati dan pemikiran kritis mereka melalui dua cabang perlombaan utama, yaitu Story Telling Contest dan English Olympiad.

Panduan Menuju Panggung Juara Kegiatan yang berlangsung via platform pertemuan daring ini diikuti oleh ratusan calon peserta dan guru pendamping dari berbagai wilayah di Indonesia.

Panitia memaparkan dengan saksama mengenai kriteria penilaian, durasi penampilan, serta teknis pelaksanaan lomba agar tercipta kompetisi yang jujur dan suportif.

Antusiasme peserta memuncak saat panitia menjelaskan hadiah utama bagi sang jawara. Selain medali dan uang pembinaan, peraih medali emas (Gold Medalist) akan mendapatkan penghargaan prestisius berupa Golden Ticket untuk masuk ke MTsN 1 Kota Malang.

Gerbang Menuju Prestasi Nasional

Dalam sambutannya, panitia menegaskan bahwa MELT 2026 bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan wadah transformasi bagi generasi muda untuk menjadi komunikator global yang berkarakter. “Kami berharap melalui Technical Meeting ini, setiap peserta memiliki kesiapan yang matang untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di panggung MELT 2026,” ujar perwakilan LDC MTsN 1 Kota Malang.

Mari bersiap menjadi saksi dan bagian dari lahirnya bintang-bintang baru di bidang Bahasa Inggris tahun ini. (Humas Matsanewa)