MALANG, 14 September 2026 — Dalam rangka pelaksanaan Kunjungan Perpustakaan (PKP) 2026 sekaligus upaya memperkuat manajemen perpustakaan madrasah dan mendongkrak budaya literasi, Pusat Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Madrasah.

MTsN 1 Kota Malang secara aktif berpartisipasi dengan keikutsertaan Syafiudin, S.Pd., selaku Pengadministrasi Perpustakaan MTsN 1 Kota Malang. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 14 September 2026, pukul 08.00–15.00 WIB, bertempat di Ruang Literasi Informasi Lantai 1, Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh pihak Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan dilanjutkan dengan pemaparan dua materi utama yang berbobot komprehensif dari para pakar literasi dan manajemen perpustakaan.
Penyelarasan Indikator dan Strategi Peningkatan IPLM Nasional.

Materi pertama disampaikan oleh Irhamni Ali, S.Hum., M.P., Ph.D., Ketua Tim Kajian IPLM/TKM Tahun 2025 dari Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Beliau membawakan tema “Strategi Pengembangan Perpustakaan Madrasah dalam Rangka Membangun Budaya Literasi Menuju Peningkatan IPLM (Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat) Tingkat Nasional”.

Dalam paparannya, Irhamni Ali menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Perpusnas Nomor 7 Tahun 2025, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) merupakan ukuran nilai capaian kinerja pembangunan perpustakaan. IPLM berfungsi sebagai dasar perumusan kebijakan sekaligus alat evaluasi kemajuan literasi.

Pembagian pengumpulan data IPLM untuk kelompok madrasah dan sekolah di bawah Kementerian Agama berada dalam kewenangan Perpusnas.
Dipaparkan pula kondisi riil IPLM madrasah saat ini. Secara nasional, Indeks Dasar kelompok madrasah dan ponpes tercatat sebesar 31,59, namun Indeks Riil Kinerja (setelah penyesuaian 68%) berada di angka 2,81 — masih jauh di bawah capaian Perpusnas (85,20).

Sesi kedua dilanjutkan oleh Ummi Rodliyah, S.IPI., M.Hum., narasumber dari UIN Sunan Ampel Surabaya, dengan topik “Manajemen Perpustakaan Sekolah/Madrasah”. Beliau menekankan pentingnya penyelenggaraan perpustakaan yang sesuai dengan UU No. 43 Tahun 2007, Perkal Perpusnas No. 4 Tahun 2024 tentang Standar Nasional Perpustakaan (SNP), serta persiapan Akreditasi Perpustakaan.
Ummi Rodliyah menegaskan bahwa perpustakaan masa kini harus bertransformasi dari paradigma lama yang berpusat pada buku (book centered) menjadi berpusat pada pemustaka (learner centered). Di tengah pesatnya era AI dan banjir informasi, perpustakaan madrasah dituntut menjalankan tiga peran baru:

  • Learning Center: Tempat belajar mandiri, berdiskusi, dan berkolaborasi.
  • Literacy Center: Pusat pengembangan 8 jenis literasi (digital, informasi, media, AI, finansial, sains, budaya, dan numerasi).
  • Innovation Center: Wadah yang mendorong siswa menjadi pencipta karya (artikel, podcast, komik, resensi, hingga penelitian sederhana).

Komitmen Pengembangan Berkelanjutan
Keikutsertaan utusan MTsN 1 Kota Malang dalam Bimtek PKP 2026 ini menjadi langkah strategis madrasah dalam memperkuat tata kelola administrasi, menyiapkan instrumen akreditasi, serta mendokumentasikan setiap kegiatan literasi secara akuntabel. Melalui kegiatan ini, MTsN 1 Kota Malang berkomitmen untuk terus mentransformasi perpustakaan madrasah menjadi pusat sumber belajar yang modern, kreatif, dan berkontribusi nyata dalam menaikkan capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat di tingkat nasional. (Humas Matsanewa)