MALANG – MTsN 1 Kota Malang menerima kunjungan studi tiru implementasi Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari MTsN Kota Madiun pada Rabu (16/9/2026). Kegiatan yang berlangsung hangat di ruang kepala madrasah ini menjadi momentum saling berbagi praktik baik dalam mewujudkan tata kelola lembaga pendidikan yang bersih, transparan, dan melayani.

Rombongan tamu yang dipimpin langsung oleh Kepala MTsN Kota Madiun, Erni Yuniarti, S.Pd., memboyong 15 personel yang terdiri atas unsur pimpinan, kepala tata usaha, serta jajaran ketua dan tim dari 6 area perubahan ZI.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala MTsN Kota Madiun, Erni Yuniarti, S.Pd., yang menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan, yaitu untuk menimba ilmu serta mengambil praktik baik (best practice) implementasi Zona Integritas di MTsN 1 Kota Malang.

Kepala MTsN 1 Kota Malang, Dra. Erni Qomaria Rida, M.Pd., menyambut hangat kedatangan rombongan dan mengapresiasi semangat kolaborasi antarmadrasah dalam membangun iklim birokrasi pendidikan yang berintegritas. “Suatu kehormatan bagi MTsN 1 Kota Malang dapat berbagi pengalaman dan praktik baik bersama MTsN Kota Madiun.

Semangat untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik ini adalah komitmen kita bersama sebagai madrasah yang terus bertransformasi,” ungkap Dra. Erni Qomaria Rida, M.Pd.

Sesi pemaparan materi diawali oleh Ketua Tim ZI MTsN 1 Kota Malang, Dr. Luluk Hariroh, S.Pd, M.Si mengenai gambaran umum, strategi, dan inovasi layanan publik yang telah diterapkan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pendalaman materi serta diskusi interaktif mengenai pengelolaan 6 area perubahan ZI bersama masing-masing koordinator area 1–6, yang meliputi:

  • Area 1: Manajemen Perubahan
  • Area 2: Penataan Tata Laksana
  • Area 3: Penataan Sistem Manajemen SDM
  • Area 4: Penguatan Akuntabilitas
  • Area 5: Penguatan Pengawasan
  • Area 6: Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.

Melalui kegiatan ini, MTsN 1 Kota Malang berharap jalinan silaturahmi dan sinergi antarlembaga di bawah naungan Kementerian Agama semakin kuat, sekaligus menjadi pemacu semangat bersama dalam mewujudkan madrasah yang mandiri, berprestasi, dan berintegritas tinggi. (Humas Matsanewa)