Kota Malang, 29 Oktober 2025 — MTsN 1 Kota Malang kembali menorehkan inovasi dalam pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan Ketua OSIS. Tahun ini, pemilu OSIS dilaksanakan secara digital melalui aplikasi bernama “Matsa Vote”, hasil karya OSIS periode sebelumnya tahun pelajaran 2024/2025.

Kegiatan yang diikuti oleh lima calon ketua OSIS ini berlangsung meriah dan sarat makna. Sejak pagi, suasana madrasah begitu semarak dengan penyambutan kreatif dari pasukan Paskibra dan tim Jimbe MTsN 1 Kota Malang yang mengarak para calon ketua OSIS beserta pendukungnya menuju area pemungutan suara.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Pokjawas Kementerian Agama Kota Malang, Dra. Hj. Chusnul Chotimah, M.Ag., serta Drs. Farid Wadjdi Sjaifullah, M.Pd., selaku Pengawas Madrasah dari Kemenag Kota Malang. Dalam sambutannya, Bu Chusnul menegaskan pentingnya menggunakan hak pilih sebagai bentuk tanggung jawab dan partisipasi dalam berdemokrasi sejak dini.

Aplikasi “Matsa Vote” menjadi sorotan utama dalam pemilu kali ini. Dengan sistem digital tersebut, proses pemilihan berjalan efisien, efektif, dan ramah lingkungan, karena mampu menghemat waktu, tenaga, serta mengurangi penggunaan kertas. Pemungutan suara dilakukan di enam Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di lingkungan madrasah dan dihias serta diperlombakan.

Menambah semangat demokrasi, hadir pula Ketua KPU Kota Malang, M. Toyyib beserta tim yang memberikan edukasi penting mengenai nilai-nilai demokrasi dan kepemimpinan Islami. Dalam sesi interaktifnya, beliau menanyakan kepada siswa MTsN 1 Kota Malang tentang sifat wajib Rasulullah SAW yang seyogianya dimiliki seorang pemimpin: Shiddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan kebenaran), dan Fathonah (cerdas). Kelima calon pun diberikan pertanyaan terkait arti demokrasi. Para calon ketua osis periode 2025/2026 menjawab dengan penuh semangat dan keyakinan, mencerminkan pemahaman mereka akan arti demokrasi yang berlandaskan nilai moral dan kejujuran.

Suasana semakin berwarna karena seluruh Guru, Tenaga Kependidikan (GTK), dan siswa kompak mengenakan baju adat nusantara, menandakan semangat kebhinekaan dalam bingkai demokrasi madrasah.

Melalui pelaksanaan “Matsa Vote”, MTsN 1 Kota Malang tidak hanya menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada siswa, tetapi juga mengajarkan mereka tentang pemanfaatan teknologi secara positif dan tanggung jawab dalam memilih pemimpin.

Pesta demokrasi ini menjadi bukti bahwa generasi muda madrasah mampu berinovasi sekaligus berakhlak mulia. “Demokrasi di madrasah bukan sekadar memilih ketua OSIS, tetapi juga belajar menjadi warga negara yang cerdas, jujur, dan bertanggung jawab,” ujar Kepala MTsN 1 Kota Malang.

Dengan semangat demokrasi digital yang bersih dan transparan, MTsN 1 Kota Malang membuktikan bahwa madrasah tak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menjadi pelopor pendidikan karakter dan teknologi di era modern. (Humas Matsanewa)