Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Malang hari ini, Rabu (29/10/2025), menggelar puncak perayaan Bulan Bahasa dengan sukses dan meriah. Acara tahunan ini secara konsisten menginternalisasi semangat Sumpah Pemuda. Pada perayaan kali ini, MTsN 1 Kota Malang mengangkat tema yang selaras dengan gerakan nasional, yaitu “Bahasa Indonesia Berdaulat Indonesia Maju”.

Koordinator Bulan Bahasa, Yoga Prasetya, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa tema ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran pada seluruh civitas akademika akan pentingnya Bahasa Indonesia sebagai pilar utama kedaulatan bangsa, sembari tetap membuka ruang bagi pengenalan bahasa-bahasa dunia sebagai bekal kompetisi global.

Inovasi yang paling mencolok dan membedakan Bulan Bahasa tahun ini adalah penggunaan sembilan bahasa oleh pembawa acara, yakni Bahasa Indonesia, Jawa, Inggris, Arab, Korea, Thailand, Mandarin, Perancis, dan Jepang. Menurut Yoga Prasetya, langkah ini merupakan terobosan signifikan untuk menunjukkan bahwa kecintaan pada bahasa nasional dapat berjalan beriringan dengan penguasaan bahasa asing. Hal ini sekaligus menjadi sarana praktik langsung bagi siswa-siswa yang mendalami berbagai program bahasa di madrasah tersebut.

Rangkaian acara di Panggung Bulan Bahasa dimulai sejak pukul 09.25 WIB, diawali dengan Orasi Bulan Bahasa oleh Duta Bahasa dan Budaya, dilanjutkan Pembukaan Resmi pada pukul 09.30 WIB. Berbagai penampilan ditampilkan secara bergantian, menunjukkan kekayaan budaya dan linguistik, termasuk Puisi Berantai (09.35-09.45), Drama Bahasa Daerah (10.20-10.30), hingga penampilan yang menyentuh aspek keagamaan seperti Membaca Kitab Kuning (10.30-10.40). Selain itu, kreativitas siswa juga terlihat melalui Stand up Comedy (10.05-10.15), Podcast Bahasa Arab (11.00-11.10), serta Drama LDC (Language and Culture) (11.10-11.25), sebelum ditutup pada pukul 11.30 WIB dan dilanjutkan dengan Ishoma (Istirahat, Salat, Makan) hingga pukul 12.30 WIB.

Melalui kegiatan Bulan Bahasa yang sangat inklusif dan multibahasa ini, MTsN 1 Kota Malang tidak hanya merayakan kekayaan bahasa dan sastra, tetapi juga secara proaktif mencetak lulusan yang berkarakter, unggul dalam penguasaan keilmuan agama dan umum, serta memiliki kompetensi linguistik global. Diharapkan semangat “Bahasa Indonesia Berdaulat Indonesia Maju” dapat terus memacu seluruh siswa untuk menjadi generasi emas yang bangga berbahasa nasional, sekaligus mampu bersaing dan berkolaborasi dengan bangsa-bangsa lain di dunia. (Humas Matsanewa)