MALANG– Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Malang kembali dipercaya menjadi pusat keunggulan akademik dengan menjadi tuan rumah pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) jenjang SMP/MTs se-Kota Malang pada Kamis, 23 Juli 2026. Berpusat di Laboratorium Komputer lantai 4, kompetisi bergengsi ini diikuti oleh puluhan talenta muda terbaik dari berbagai sekolah dan madrasah bergengsi di Kota Malang, seperti SMP Negeri 1, 2, 5, 7, 8, 14, 19, 20, dan 21 Malang. Semangat sportivitas berintegritas juga dihadirkan oleh para utusan terbaik dari SMP Katolik Santa Maria 01 dan 02, SMP K Kolese Santo Yusup 1 dan 2, SMP Katolik Cor Jesu, SMP Muhammadiyah 01, SMP Kristen Kalam Kudus, SMP Islam Sabilillah, SMP Bina Bangsa School, SMP Unggulan Al-Ya`lu, serta sang tuan rumah MTsN 1 Kota Malang bersama MTsN 2 Kota Malang yang siap bersaing menuju tingkat nasional.
Ajang pembuktian kecerdasan ini melombakan tiga bidang utama dengan rincian kompetisi yang sangat ketat, yakni bidang Matematika yang diikuti oleh 18 peserta, bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebanyak 15 peserta, dan bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang mencatatkan kepesertaan tertinggi dengan 20 peserta.
Atmosfer konsentrasi dan semangat juang yang tinggi tampak menyelimuti ruangan digital madrasah sepanjang pelaksanaan ujian berbasis komputer tersebut. Sebagai tuan rumah, MTsN 1 Kota Malang juga menerjunkan para delegasi terbaiknya yang diiringi doa restu dari seluruh keluarga besar madrasah agar diberikan kemudahan dan kelancaran untuk meraih prestasi tertinggi. Mereka adalah Asiyah Zaneta Faradiva Siregar dan Maydihan Akmal Ghazwani Al Qudsy di bidang Matematika, Rama Byan Azizi dan Nayaka Faiq Arganta di bidang IPA, serta Rafa Ardev Muflih dan Zidna Syarofa Nural Aini di bidang IPS.
Pelaksanaan OSN-P di MTsN 1 Kota Malang kali ini terasa semakin bermakna dengan hadirnya monitoring dari Provinsi. Kehadiran beliau tidak hanya sekadar memantau jalannya kompetisi digital, tetapi juga melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara menyeluruh bersama tim dari tingkat provinsi guna memastikan standardisasi dan transparansi ujian berjalan optimal.
Hadir Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Ahmad Sruji Bahtiar, M.Pd., yang membaur untuk berdialog secara hangat dengan para pelajar dari berbagai sekolah dan madrasah tersebut. Momen dialogis ini dimanfaatkan beliau untuk menanamkan esensi moderasi beragama sejak dini kepada generasi muda. Beliau menekankan bahwa kompetisi sains bukan sekadar sarana mengejar prestasi akademik, melainkan ruang inklusif untuk saling menghormati, membangun persaudaraan antarsiswa yang beraneka ragam latar belakang agama dan budaya, serta memupuk sportivitas yang berintegritas demi kemajuan bangsa. (Humas Matsanewa)
