Malang – Di tengah suasana sejuk lereng Gunung Kawi, MTsN 1 Kota Malang resmi membuka Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Digital pada Sabtu (20/12/2025). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga Minggu (21/12) ini diselenggarakan di kawasan wisata edukasi Lembah Indah Malang.
Acara ini menjadi momentum istimewa karena mempertemukan seluruh elemen penggerak madrasah, mulai dari jajaran Kepala Madrasah, seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), hingga pengurus Komite MTsN 1 Kota Malang.
Mendidik dengan Hati di Era Digital
Kepala MTsN 1 Kota Malang dalam sambutannya menekankan bahwa tantangan pendidikan di masa depan bukan sekadar penguasaan teknologi, melainkan bagaimana mempertahankan sisi kemanusiaan. Beliau berharap workshop ini menjadi pintu bagi seluruh GTK untuk mendalami filosofi kurikulum yang berakar pada kasih sayang. “Teknologi adalah alat, namun cinta adalah ruhnya. Saya berharap melalui kegiatan ini, kita semua memiliki pemahaman yang mendalam mengenai kurikulum berbasis cinta. Kita ingin setiap sudut madrasah menjadi ruang yang memanusiakan siswa,” ujar Kepala Madrasah dengan penuh harap.
Ekoteologi: Manifestasi Cinta pada Alam
Senada dengan visi tersebut, perwakilan pengurus Komite MTsN 1 Kota Malang , Dr. H. Jamal, M.Pd. memberikan perspektif yang mendalam mengenai pemilihan lokasi workshop di alam terbuka. Menurutnya, implementasi kurikulum ini tidak boleh terbatas pada interaksi antarmanusia, tetapi juga hubungan manusia dengan penciptanya melalui alam.
“Workshop di Lembah Indah ini adalah bentuk nyata penerapan Ekoteologi. Kita diajak untuk kembali mencintai alam sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral. Kurikulum berbasis cinta harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya pintar secara digital, tetapi juga memiliki kepekaan ekologis untuk menjaga kelestarian bumi,” ungkap Pak Jamal dalam sambutannya.
Sinergi untuk Masa Depan
Selama dua hari, para peserta akan mengikuti serangkaian sesi yang dirancang untuk memperkuat kompetensi digital sekaligus memperhalus karakter pendidik. Kombinasi antara kecanggihan sistem pembelajaran digital dan kelembutan pendekatan personal menjadi target utama yang ingin dicapai oleh MTsN 1 Kota Malang.
MTsN 1 Kota Malang berkomitmen untuk terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang unggul secara intelektual, namun tetap membumi dan penuh cinta. (Humas Matsanewa)
