Kota Malang — Dalam upaya memperkuat pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), MTsN 1 Kota Malang menggelar kegiatan Pendampingan dan Simulasi Desk Evaluasi ZI pada Senin, 20 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di aula madrasah ini menghadirkan Ketua Tim Kerja Organisasi dan Tata Laksana Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama Republik Indonesia, Siti Mudayaroh, S.Ag.,M.Ag.,CHRP.

Kegiatan ini didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Achmad Shampton, S.HI., M.Ag.,dan dihadiri oleh Kepala MTsN 1 Kota Malang, Ketua Tim Zona Integritas (ZI), serta tim inti dari enam area perubahan (Area 1 hingga Area 6) yang menjadi pengungkit utama dalam pembangunan ZI.

Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan komitmen kuat madrasah dalam mewujudkan tata kelola yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan prima.

Pendampingan ini merupakan bagian strategis dalam mempersiapkan satuan kerja menghadapi tahapan penilaian desk evaluasi, sekaligus memastikan kesiapan eviden serta kualitas paparan yang akan disampaikan. Dalam suasana yang penuh semangat dan kolaboratif, tim ZI MTsN 1 Kota Malang memaparkan berbagai capaian pembangunan Zona Integritas, mulai dari enam area perubahan hingga inovasi layanan publik yang telah diimplementasikan.

Simulasi desk evaluasi juga dilakukan secara langsung guna melatih kesiapan tim dalam menjawab berbagai pertanyaan yang umumnya diajukan oleh Tim Penilai Nasional (TPN). Hal ini menjadi ajang evaluasi sekaligus penguatan pemahaman terhadap substansi penilaian ZI.

Ketua Tim Kerja Organisasi dan Tata Laksana Itjen Kemenag RI dalam arahannya menekankan pentingnya penguatan narasi before–after sebagai bukti nyata perubahan yang telah dilakukan. Selain itu, kelengkapan eviden, konsistensi data, serta dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan publik menjadi poin utama yang harus diperhatikan.

Kepala MTsN 1 Kota Malang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan madrasah menuju WBK. Ia juga mengajak seluruh civitas madrasah untuk terus menjaga komitmen integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjadikan ZI sebagai budaya kerja, bukan sekadar target penilaian.

Pendampingan ini sekaligus menjadi momentum refleksi bagi seluruh tim untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan. Tidak hanya berfokus pada pemenuhan indikator penilaian, pembangunan Zona Integritas diharapkan mampu menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap aktivitas layanan di madrasah.

Melalui kegiatan pendampingan dan simulasi ini, MTsN 1 Kota Malang semakin optimis dalam menghadapi desk evaluasi serta melangkah mantap menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi. Lebih dari itu, upaya ini diharapkan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (Humas Matsanewa)