Surabaya, 15 November 2025 — Prestasi gemilang kembali diraih para inovator muda MTsN 1 Kota Malang pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) XVII Tahun 2025 yang diselenggarakan di Universitas Surabaya (Ubaya). Dua tim unggulan berhasil menorehkan hasil membanggakan melalui karya penelitian yang inovatif, inspiratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Tim pertama dari Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang beranggotakan Alisha Jovial Tirta Gesang dan Farinda Alifa D.K. sukses meraih medali emas. Mereka mengangkat penelitian bertajuk “Etnogastronomi Tempe sebagai Sarana Pembentukan Identitas dan Pelestarian Budaya Lokal di Sentra Industri Tempe Sanan Kota Malang.” Penelitian ini menyoroti tempe sebagai warisan budaya yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas masyarakat Sanan serta pelestarian budaya lokal.

Sementara itu, prestasi tak kalah membanggakan juga diraih tim Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang beranggotakan Axell Rayyan Manggala dan Muhammad Kaizan Nafeeza Jarhum. Dengan karya ilmiah berjudul “Inovasi Nano Spray Limbah Kulit Kopi dan Kulit Jeruk Terenkapsulasi Kitosan sebagai Solusi Ramah Lingkungan Penyembuhan Ulkus Diabetes Tipe 2,” tim ini berhasil memboyong medali perak. Inovasi tersebut menjadi terobosan dalam pemanfaatan limbah organik untuk menghadirkan alternatif penyembuhan yang lebih ramah lingkungan.

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa semangat riset dan inovasi telah tertanam kuat pada siswa MTsN 1 Kota Malang. Kepala MTsN 1 Kota Malang, Dra. Erni Qomaria Rida, M.Pd menyampaikan apresiasi dan doa terbaik agar para peserta terus mengembangkan potensi serta kontribusi dalam dunia penelitian.

“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan madrasah, tetapi juga motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, meneliti, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan torehan emas dan perak di ajang nasional bergengsi tersebut, MTsN 1 Kota Malang semakin mengokohkan diri sebagai madrasah yang unggul dalam inovasi dan pembinaan talenta riset. (Humas Matsanewa)