MALANG– Semangat kolaborasi demi meningkatkan mutu pendidikan Islam tercermin kuat dalam kunjungan studi tiru yang dilakukan oleh keluarga besar MTsN 7 Kediri ke MTsN 1 Kota Malang pada Jumat (24/7/2026). Bertempat di Aula MTsN 1 Kota Malang, pertemuan strategis yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini berfokus pada tiga pilar utama pengembangan lembaga, yakni akselerasi Pembangunan Zona Integritas (ZI), optimalisasi media sosial sebagai sarana keterbukaan informasi, serta strategi peningkatan mutu madrasah secara berkelanjutan.

Rombongan dari Kediri hadir dipimpin langsung oleh Kepala MTsN 7 Kediri, Ifa Hidayah, M.Si., yang membawa serta jajaran tim teknis untuk menggali praktik baik (best practice) di MTsN 1 Kota Malang.

Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kepala MTsN 1 Kota Malang, Dra. Erni Qomaria Rida, M.Pd., didampingi Ketua Tim ZI, Dr. Luluk Hariroh, S.Pd., M.Si., serta seluruh Koordinator Area 1 hingga Area 6 Pembangunan Zona Integritas. Pertemuan antardua lembaga ini berlangsung interaktif dan penuh keakraban, memadukan pemaparan konsep dengan diskusi manajerial yang mendalam.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala MTsN 7 Kediri, Ifa Hidayah, M.Si., yang menyampaikan maksud dan tujuan utama kehadiran rombongannya, yaitu untuk menimba ilmu dan mengadopsi sistem tata kelola akselerasi WBK/WBBM serta strategi kehumasan digital yang telah sukses diterapkan di Kota Malang. Menanggapi hal tersebut, Kepala MTsN 1 Kota Malang, Dra. Erni Qomaria Rida, M.Pd., menyambut baik niat mulia tersebut dan menegaskan bahwa transformasi madrasah di era modern memang membutuhkan komitmen kolektif yang kuat, terutama dalam membangun tata kelola yang bersih, akuntabel, dan transparan melalui program Zona Integritas. Penjelasan tersebut diperkuat oleh pemaparan dari ketua tim ZI MTsN 1 Kota Malang, Dr. Luluk Hariroh, S.Pd., M.Si., bersama para koordinator area yang membedah secara rinci strategi implementasi dokumen dan aksi nyata di lapangan, mulai dari manajemen perubahan hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kegiatan studi tiru yang berlangsung hingga selesai ini kemudian diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi, bertukar ide, dan saling mendukung demi kemajuan dunia pendidikan madrasah di Jawa Timur.(Humas Matsanewa)