MALANG – Dua perwakilan murid dari MTsN 1 Kota Malang, yakni Ilham Rizky Aufarrahman dan Kayla Nabila Altaf, berkesempatan mengasah keterampilan jurnalistik dalam ajang Journalist Camp 2026 yang diselenggarakan pada Selasa (29/9).

Kegiatan pilot project yang digagas oleh Jawa Pos Radar Malang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Kabupaten Malang, serta Kota Batu ini diikuti oleh 60 siswa pilihan tingkat SMP/MTs se-Malang Raya.

Pelatihan Komprehensif di Tiga Lokasi

Rangkaian kegiatan Journalist Camp 2026 dikemas secara interaktif dan aplikatif melalui tiga sesi utama di berbagai lokasi strategis di Kota Malang:

  • Telkom AI Center of Excellence
    Para peserta diajak membedah materi “Edukasi Penggunaan Artificial Intelligence (AI)” serta tips “Edukasi Menulis Berita dengan Mudah” bersama redaktur senior. Sesi ini membekali para murid agar mampu memanfaatkan teknologi modern secara bijak dalam penulisan karya jurnalistik.
  • Alun-Alun Kota Malang
    Ilham dan Kayla bersama peserta lainnya turun langsung ke lapangan untuk menyimulasikan peran wartawan profesional. Mereka mengamati situasi lingkungan sekitar, menentukan narasumber, menyusun daftar pertanyaan berbasis 5W+1H, hingga melakukan wawancara langsung dan menyusun draf berita di tempat.
  • Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang
    Sesi ditutup dengan pembekalan literasi keuangan, pengenalan sistem pembayaran QRIS, serta Kampanye “Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah”, yang diakhiri dengan peninjauan (review) hasil karya tulisan berita para peserta.

Kesan dan Pesan Perwakilan MTsN 1 Kota Malang

Usai mengikuti seluruh rangkaian acara, kedua perwakilan MTsN 1 Kota Malang membagikan kesan mendalam terkait pengalaman berharga yang mereka peroleh.
Kayla Nabila Altaf mengungkapkan rasa bahagianya dapat berpartisipasi dalam pelatihan ini. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru yang komprehensif. “Selama mengikuti kegiatan Jurnalistik Camp, saya mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat. Saya belajar cara menulis berita dengan baik dan sesuai kaidah jurnalistik, mempelajari teknik fotografi, serta mengenal pemanfaatan AI dalam dunia jurnalistik,” tutur Kayla. Ia juga menambahkan bahwa edukasi literasi keuangan memberikan sudut pandang baru baginya. “Selain itu, saya juga mendapatkan wawasan mengenai penggunaan QRIS dan Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah). Kegiatan ini membuat saya lebih memahami bahwa jurnalistik terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Saya sangat senang karena selain ilmu, saya juga mendapat relasi dan kenangan yang berharga,” tambahnya.

Sementara itu, Ilham Rizky Aufarrahman turut menyampaikan antusiasmenya atas kesempatan mempraktikkan ilmu jurnalistik secara langsung di lapangan. “Kegiatan Jurnalis Camp 2026 sangat menyenangkan dan memberikan banyak pengalaman baru. Saya mendapatkan ilmu tentang cara menjadi wartawan yang baik, mulai dari penulisan berita hingga praktik wawancara secara langsung, serta pemanfaatan AI dan literasi keuangan,” ungkap Ilham. Ilham pun menyampaikan harapannya untuk keberlanjutan program ini di masa mendatang. “Semoga kegiatan Jurnalis Camp dapat terus dilaksanakan dengan materi dan pengalaman yang semakin menarik. Terima kasih kepada seluruh panitia dan pemateri yang telah memberikan ilmu serta pengalaman berharga bagi kami,” pungkasnya.

Keikutsertaan Ilham dan Kayla menjadi bukti komitmen murid MTsN 1 Kota Malang dalam menguatkan Budaya Literasi Sekolah, mengasah pola pikir kritis, serta melatih keberanian berkomunikasi sejak dini. Pengalaman berharga dari ajang ini diharapkan dapat ditularkan kepada rekan-rekan di madrasah untuk terus menghidupkan semangat berkarya di bidang jurnalistik. (Humas Matsanewa)