Malang – Suasana berbeda tampak di lingkungan MTsN 1 Kota Malang pada Kamis (15/1/2026). Murid kelas 7, 8, dan 9 berkumpul dengan antusiasme tinggi untuk memperingati peristiwa agung Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Tahun ini Isra Mikraj mengusung tema yang relevan dengan tantangan zaman: “Pesan Ekoteologi dalam Peristiwa Isra Mikraj.”
Peringatan kali ini tidak hanya sekadar seremonial, namun menjadi ajang integrasi antara nilai spiritual, kepedulian lingkungan (ekologi), dan pemanfaatan teknologi digital.
Keseruan Labirin Virtual: Memahami Isra Mikraj lewat ZEP
Puncak keseruan pagi hari terjadi saat para siswa mengikuti lomba interaktif berbasis aplikasi ZEP Quiz. Bukan sekadar game biasa, permainan ini dirancang sebagai simulasi perjalanan spiritual yang menantang kerja sama tim dan ketangkasan. “Sangat seru karena kami harus kompak. Teman yang matanya ditutup harus percaya sepenuhnya pada arahan kami untuk mencari soal terkait peristiwa Isra Mikraj di labirin. Ini mengajarkan kami arti kepercayaan dan bimbingan, seperti filosofi perjalanan Isra Mikraj itu sendiri,” ujar salah satu murid. Kegiatan ini berlangsung kompetitif selama satu jam.
Pesan Ekoteologi: Menjaga Langit dan Bumi
Tema Ekoteologi yang diangkat bertujuan mengajak siswa menyadari bahwa perjalanan Rasulullah menembus langit ketujuh adalah simbol hubungan harmonis antara Sang Pencipta, manusia, dan alam semesta. Melalui pesan ini, siswa diajak untuk tidak hanya saleh secara ritual, tetapi juga saleh secara sosial dan lingkungan.
Refleksi Spiritual bagi GTK bersama KH. Zainul Arifin
Setelah kemeriahan bersama para murid di pagi hari, rangkaian acara berlanjut pada siang hari yang dikhususkan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTsN 1 Kota Malang.
Hadir sebagai pembicara utama, KH. Zainul Arifin, M.Pd., memberikan siraman rohani yang mendalam mengenai hikmah Isra Mikraj. Beliau menekankan bahwa profesionalisme guru dalam mendidik generasi Rabbani harus dilandasi oleh spirit spiritualitas yang kokoh, sebagaimana perintah salat yang dijemput langsung oleh Rasulullah.”Isra Mikraj adalah perjalanan horizontal dan vertikal. Bagi GTK, ini adalah pengingat untuk terus meningkatkan kualitas diri dan pengabdian demi mencetak generasi yang unggul di dunia dan akhirat,” tutur KH. Zainul Arifin dalam tausiyahnya.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar seluruh warga MTsN 1 Kota Malang dapat memetik pelajaran berharga dari peristiwa Isra Mikraj untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam menjaga ibadah maupun menjaga kelestarian bumi. ( Humas Matsanewa)
