Home » Akademik » MTsN 1 Kota Malang Sukses Jadi Juara Umum Indonesian Olympiad of Science-II 2021
MTsN 1 Kota Malang Sukses Jadi Juara Umum Indonesian Olympiad of Science-II 2021

MTsN 1 Kota Malang Sukses Jadi Juara Umum Indonesian Olympiad of Science-II 2021

Kota Malang (MTsN 1) – MTsN 1 Kota Malang sukses menjadi juara umum dalam ajang Indonesian Olympiad of Science-II 2021 yang dilaksanakan pada 19-23 Mei 2021.

Gelar juara umum berhasil diraih madrasah pimpinan Drs. Samsudin, M.Pd. tersebut, setelah kontingennya sukses mendapatkan 23 medali (4 emas, 8 perak, dan 11 perunggu).

Indonesian Olympiad of Science-II 2021, diadakan oleh Forum Olimpiade Pelajar Indonesia yang ditujukan untuk siswa SMP dan SMA sederajat. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan bakat siswa Indonesia di bidang sains dengan memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkompetisi bersama dengan ribuan siswa lainnya.

Ketua Program Kelas Olimpiade MTsN 1 Kota Malang, Luluk Hariroh, S.Pd., M.Si. saat dikonfirmasi juga menyampaikan rasa syukur dan bangga kepada anak didiknya yang tetap berprestasi meski saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

Bahkan seolah tidak ada pekan yang dilalui siswa Matsanewa tanpa raihan prestasi membanggakan.

“Alhamdulillah, ini adalah prestasi yang luar biasa dari anak-anak dan menunjukkan, meski saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. Namun, anak-anak kelas olimpiade tetap bersemangat untuk berkompetisi dan meraih prestasi,” jelasnya.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua siswa atas suport-nya. Karena jika pelaksanaan olimpiade secara online akan sulit diikuti siswa tanpa dukungan dari orang tua,” imbuh Luluk.

Dalam kesempatan itu, guru alumnus S-2 ITS Surabaya yang saat ini sedang menyelesaikan studi S-3 di Universitas Negeri Malang tersebut, menyampaikan pola pembinaan tetap dilakukan secara intensif meski saat ini siswa belajar dari rumah.

“Pembinaan intensif tetap kami lakukan seperti biasa seperti saat sebelum pandemi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Luluk juga menyampaikan pentingnya pembinaan sejak dini. Mulai kelas 7, siswa sudah dipetakan bakatnya dan dibina secara intensif serta diberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai kompetisi.

Dengan seperti itu, regenerasi akan berlangsung dengan baik. Dalam setiap keikutsertaan di sebuah kompetisi, Luluk juga menyampaikan, juara adalah bonus bagi siswa. Namun, yang terpenting adalah siswa bisa mendapatkan pengalaman dari kegiatan itu. (Zul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*