Kota Malang — Dalam upaya memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan lembaga pendidikan, Polresta Malang Kota menggelar kegiatan sambang dan silaturahmi serentak ke 24 SMP sederajat se-Kota Malang pada Senin, 27 April 2026. Salah satu titik utama kunjungan ini adalah MTsN 1 Kota Malang.
Sinergi Cegah Perundungan
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialogis untuk menyerap aspirasi serta berbagi solusi terkait tantangan yang dihadapi madrasah, khususnya isu sensitif seperti kenakalan remaja dan perundungan (bullying). Di MTsN 1 Kota Malang, hadir mewakili Polresta Malang Kota, AKP Totok Hariyanto, M.H., yang disambut hangat oleh jajaran pimpinan madrasah.
Dalam diskusi yang penuh keterbukaan, pihak madrasah memaparkan berbagai tantangan mendidik generasi alfa, mulai dari pengaruh negatif media sosial hingga pentingnya penguatan etika pergaulan. Aspirasi ini menjadi catatan penting bagi kepolisian untuk menyusun langkah preventif yang lebih efektif di lingkungan sekolah.
Kolaborasi dan Inovasi Layanan 24 Jam
Dalam sambutannya, Bapak Totok Hariyanto menekankan bahwa keamanan lingkungan pendidikan adalah tanggung jawab kolektif. Ia mengajak madrasah dan orang tua untuk lebih proaktif dalam mengawasi serta mengedukasi murid-murid madrasah. “Kami hadir tidak hanya untuk mendengar, tetapi untuk bersama-sama mencari solusi. Pencegahan kenakalan remaja harus dimulai dari penguatan nilai moral di sekolah dan keluarga,” tegas beliau.
Sebagai langkah konkret dalam memberikan perlindungan maksimal, pihak Polresta Malang Kota juga mensosialisasikan penggunaan aplikasi Jogo Malang Presisi.
Inovasi digital ini merupakan layanan aktif 24 jam yang memungkinkan warga Kota Malang, termasuk guru dan orang tua, untuk melaporkan kejadian darurat atau membutuhkan bantuan polisi secara cepat dan mudah.
Menuju Lingkungan Pendidikan Berkarakter
Kunjungan ini diharapkan menjadi pemantik program kolaboratif yang berkelanjutan antara kepolisian dan dunia pendidikan. Dengan komunikasi yang intensif, diharapkan angka kenakalan remaja dapat ditekan secara signifikan.
Pihak MTsN 1 Kota Malang pun menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan aparat. Fokus utama madrasah kini tidak hanya pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembinaan karakter yang kokoh demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.(Humas Matsanewa)
